kopi

Kopi…ya kopi. Hmmm…jangan dikira ini aku mo nulis tentang sejarah ditemukannya kopi ato filosofi kopi sampai dengan jangan mengopi tanpa mempaste lho ya. Aku pake judul kopi hanya karena pas mo nulis ini, sosok bulet berisi cairan hitam beraroma membius berasa humus pemaksaan rima yang sesat inilah yang aku liat, akhirnya jadi inspirasi buat judul kali ini.

Kopi…temen paling wuanyiikk di kala segala suasana. ya pas ngelamun, pas kerja keras peres tulang banting keringat, pas nongkrong kongkow kongkow bareng koncow koncow [teman teman, red], atau hanya untuk sekedar alesan biar bisa ke pantry melewati sosok manis bertaring drakula bertanduk baja, ya…Jeung Endah namanya. Niscaya stress capek duka lara hilang sirna seketika, sudah tentu bukan karena kopi nya, tapi karena sosok laen di sebelah Jeung Endah ber nickname Mami, yeah…have you found a bigger problem than this old lady? i don’t think so…except the other old red fire hair lady, Lord Cik Mun. ehehe…

Kopi…kadang sangat membantu kadang bisa membuat malu. Ya, membantu kita menegakkan kelopak mata yang sudah mulai ambruk diterjang kantuk, klo kata orang jawa mata kita ibaratnya seperti damar kanginan [lampu minyak diterpa angin], nah klo mataku lebih tepatnya lampu minyak yang minyaknya sudah mau habis belom juga diisi sama yang punya karena harga minyak terus naek tanpa peduli nasib kuli danpula sang lampu diterpa angin sepoi sepoi khas badai gurun Afrika sejak kapan badai sepoi sepoi intinya saudara saudara, menahan kantuk yang sudah amat sangat, so kita bisa tetep melanjutkan bekerja. Nah klo yang bikin malu, kadang efek dari kopi agak sedikit hiperbola aka kebangetan. Kemaren jam setengah 5 pagi baru beranjak pulang menuju peraduan, plus basuh kaki, cuci tangan, akhirnya sukses berangkat tidur jam 5 pagi, alhasil tidur malem yang sudah terlalu kepagian itu berdampak diriku bangun pagi yang juga sudah terlalu kesiangan. Jam setengah sepuluh baru bangun, plus mandi sikat gigi ganti baju kahirnya sampe kantor jam sepuluh kurang sedikit, ya itu namanya kopi bikin malu. Terserah si kopi mo terima apa ndak, tetep elu biang kerok nya.

Kopi…dan masih banyak lagi. Lah itu di mesjid sudah tar’him, berarti jumpa kita sampai disini, insyaAllah dilanjut dilain hari dengan judul pasti selain kopi, lha klo judulnya kopi terus yang lain bisa iri dengki sakit hati, dan itu bukanlah sikap terpuji.

bilahittaufik wal hidayah

One Response to “kopi”

Leave a Reply